PT Tectona Cipta Niaga

PENYEBAB UMKM LAMBAT BERKEMBANG

Beberapa Penyebab UMKM Lambat Berkembang yang Wajib Dihindari

 

Ada satu fenomena bahwa UMKM di Tanah Air khususnya di bidang konveksi itu lambat sekali peningkatannya, walaupun ada yang meningkat beberapa secara cepat mayoritas perkembangannya sangat lama. Tentunya kejadian tersebut bukanlah suatu kejadian yang       tiba – tiba terjadi begitu saja, dan itu pasti ada penyebabnya. Dalam kasus ini banyak sekali faktor penyebab lambatnya pertumbuhan UMKM yang bisa kita hindari agar kita bisa maju dan berkembang.

Ada 6 hal yang menyebabkan UMKM lambat dalam perkembangannya baik UMKM yang lain maupun UMKM secara spesifik dalam bidang konveksi yaitu sebagai berikut :

  1. Banyak UMKM yang tidak memiliki catatan

Salah satu penyebab UMKM lambat dalam perkembangannya yaitu kebanyakan UMKM yang tidak memiliki catatan karena tidak merasa penting walaupun ada beberapa yang mencatatnya pasti asal – asalan dan tidak akurat. Bahkan ada juga yang memiliki tapi tidak dijadikan sebagai bahan analisa untuk perkembangannya. Dengan melakukan catatan tersebut kita bisa mengetahui dan menganalisa berapa banyak omset, jumlah konsumen, dan kondisi perusahaan UMKM tersebut. Maka dari itu kita harus membiasakan mencatat agar bisa menganalisa perkembangan perusahaan kita.

 

  1. Banyak UMKM yang belum terbiasa berinovasi dalam produknya

Di dalam bisnis konveksi biasanya banyak yang meniru produk orang lain kemudian dijual,  hal itu tidak inovatif dan bisa berbahaya bagi UMKM itu sendiri. Sebaiknya kita selaku UMKM harus  membuat inovasi agar produk kita memang berbeda dengan yang lain dan memiliki kekhasan. Kemudian juga ada beberapa UMKM yang produknya lebih cenderung kepada produk asal jadi yang artinya kualitasnya tidak dijaga dengan baik, maka dari itu agar kompetensi kita semakin maju dan berkembang kita harus jaga kualitasnya.

 

  1. Belum memiliki cara pemasaran yang baik

Ada beberapa UMKM yang maju dan melesat karena memiliki strategi pemasaran yang baik secara offline maupun online. Banyak diantara UMKM lainnya yang belum memiliki bagaimana cara memasarkan produknya. Hal ini sangat penting karena  banyak sekali pelaku  UMKM yang sudah bisa membuat produk, produknya tidak terjual yang akhirnya menumpuk di gudang karena tidak memiliki cara pemasaran yang baik. Maka untuk itu kita harus membuat satu mekanisme cara memasarkan produk yang baik mulai dari target segmentasi pasarnya.

 

  1. Cara pengelolaan keuangan

Tidak sedikit dan ini adalah barang klasik bahwa UMKM itu rata – rata sulit didalam pengelolaan keuangannya. Banyak UMKM yang belum bisa memisahkan uang pribadi dan uang perusahaan, sehingga disaat penjualannya banyak menganggap bahwa itu uang pribadi dan dipakai seenaknya. Maka dari itu sebagai UMKM harus memiliki catatan keuangan agar bisa menghitung berapa modalnya, berapa penjualannya, dan berapa keuntungannya. Jangan sampai seolah – olah untung tapi ternyata buntung dan tidak ada lagi modal untuk membeli bahan baku.

 

  1. Pengelolaan sumber daya manusia yang terbatas

Kebanyakan UMKM itu rata – rata tidak menyeleksi timnya yang masuk ke dalam perusahaanya. Jadi asal siapa yang mau, yang dekat dan yang kenal dimasukkan ke dalam perusahaannya. Bukan berarti hal itu tidak boleh tetapi sebaiknya harus sesuai dengan keperluan perusahaan yang memiliki keahlian. Beberapa UMKM tersebut tidak menerapkan hal seperti itu yang akhirnya terjadi keluar masuknya pegawai.

 

  1. UMKM rata- rata mudah cepat puas

UMKM di Negara kita itu mudah terlalu cepat puas yang artinya ketika baru mencapai tingkatan naik level sedikit sudah merasa capek dan merasa cukup. Padahal itu akan menghambat kemajuan perusahaan kita. Maka dari itu selaku UMKM harus terus maju dan berkembang untuk kedepannya.

 

 

6 hal tersebut harus kita ketahui dan kemudian juga kita tinggalkan yang tidak baiknya, sehingga kita tidak berhenti berkembang dan terus maju.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + thirteen =

Live Chat
Scroll to Top